<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS InfoPendidikan.com - pendidikan, humaniora, kebangsaan</title> 
				<description>pendidikan, humaniora, kebangsaan</description>
				<link>http://infopendidikan.com/index.php</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Future Ready Education: Persiapkan Generasi Tangguh Menghadapi Masa Depan</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/future-ready-education-persiapkan-generasi-tangguh-menghadapi-masa-depan</link>
						                <description>"Sekolah tidak lagi sekadar mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi ujian, tetapi mempersiapkan mereka menghadapi kehidupan yang bahkan belum kita bayangkan hari ini."

Solo, edukasinews.com-Perubahan dunia berlangsung begitu cepat. Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), otomatisasi, transformasi digital, perubahan iklim, hingga dinamika sosial global telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi. Profesi yang hari ini menjadi primadona bisa jadi akan tergantikan dalam beberapa tahun mendatang, sementara berbagai pekerjaan baru terus bermunculan dengan tuntutan kompetensi yang berbeda.
Di tengah perubahan tersebut, muncul sebuah pertanyaan mendasar bagi dunia pendidikan: Apakah sekolah sedang mempersiapkan peserta didik untuk masa depan, atau masih mempersiapkan mereka untuk masa lalu?
Pertanyaan ini menjadi landasan lahirnya konsep Future Ready Education, sebuah paradigma pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai karakter, moral, dan kemanusiaan.
Sejalan dengan konsep Future Ready Education, sebanyak lima guru bahasa Inggris dan satu kepala sekolah dari SMP MBS ZamZam Cilongok mengikuti kegiatan pengembangan profesional guru bertajuk "Cambridge Life Skills in Action: Bringing Language Learning and Life Skills Together in the Classroom"  yang digelar Cambridge University Press & Assessment, Selasa (28/7/2026). Acara berlangsung di Productive Meeting Room, Harris Hotel Solo.
Keenam perwakilan yang dikirim adalah Fachri Afifudin, S.Pd.; Erna Wahyu Wulandari, S.Pd.; Nurul Faizah, S.Pd.; Jamal Linggar Setiawan, S.Pd.; dan Sri Wahyuningsih, S.Pd.Gr., yang mewakili unsur guru bahasa Inggris, serta Evy Nurhidayati, S.Pd., yang hadir sebagai Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok.
Kegiatan ini merupakan salah satu support yang diberikan oleh Cambridge University Press & Assessment untuk guru Bahasa Inggris, baik pemula maupun berpengalaman, agar mengeksplorasi bagaimana kurikulum Cambridge Global English dapat memadukan pengembangan bahasa dengan kecakapan hidup (lifeskill) peserta didik. Pemateri utama dari Regional Professional Learning & Development Specialist • Cambridge University Press & Assessment, Deborah Gordon. 
Acara berlangsung dalam tiga sesi: eksplorasi pendekatan pembelajaran Cambridge, penguatan praktik pembelajaran bahasa di kelas, serta refleksi dan penerapan kecakapan hidup (lifeskill) dalam pembelajaran sehari-hari. 
Selain sesi utama untuk guru, digelar pula sesi khusus bagi para kepala sekolah (leaders) yang menghadirkan narasumber dari Regional Manager South East Asia Pacific (SEAP) Cambridge International Education, Yusuf Seto Wibowo. Dalam paparannya, ia menyampaikan bahwa para pemimpin di setiap era teknologi bukanlah orang paling berbakat, melainkan mereka yang berani melangkah lebih dulu, konsisten berlatih, dan berkarakter untuk mengajak orang lain maju bersama. Ia menegaskan kehadiran AI saat ini adalah momen bagi para pemimpin pendidikan untuk melakukan hal serupa, layaknya sebuah revolusi yang kali ini dapat dikenali sejak dini.
Kepala SMP MBS Zam-Zam Cilongok, Evy Nurhidayati, S.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan sekolah dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen meningkatkan kompetensi guru dan menyiapkan penerapan konsep Future Ready Education.
"Kami siap menjadi guru yang menyiapkan peserta didik tidak hanya untuk siap ujian, namun untuk siap menghadapi masa depan," ujarnya. 
Future Ready Education bukan berarti sekolah harus dipenuhi perangkat teknologi canggih atau seluruh proses pembelajaran dilakukan secara digital. Hakikatnya jauh lebih mendasar, yaitu membangun ekosistem belajar yang membentuk peserta didik menjadi individu yang mampu beradaptasi, berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, mampu memecahkan masalah, serta memiliki karakter yang kuat.*** (pp/EN/HK)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Optimalisasi e-Learning Terintegrasi AI: </title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/optimalisasi-elearning-terintegrasi-ai-</link>
						                <description>Optimalisasi e-Learning Terintegrasi AI: Solusi Kurikulum Digital bagi Pendidik Gen Alpha di SMPN 35 Kota Bekasi

Oleh: Khasanah, Nurul Fajri, dan Syarifah

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kian pesat dan mendisrupsi berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. Namun, keberadaan teknologi canggih ini kerap menyisakan celah pedagogis di lapangan. Guna merespons tantangan tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat dari Universitas Islam As-Syafi’iyah (UIA) merancang program pendampingan Smart-Early Steps untuk memperkuat kompetensi pedagogis digital para guru di SMPN 35 Kota Bekasi.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kemendikti Saintek Berdampak 2026 dan berlangsung selama delapan bulan ini dipimpin oleh akademisi UIA, yaitu Dr.Khasanah, S.Pd, M.Pd, beranggotakan Dr.Syarifah,M.Pd dan Nurul Fajri, M.Pd. Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada penguasaan alat digital secara teknis, tetapi juga membekali pendidik agar mampu mengintegrasikan AI secara kontekstual, etis, dan berkesinambungan dalam Proses Pembelajaran di ruang kelas.

Menjawab Tantangan Realistis di Sekolah Urban

Sebagai sekolah menengah di kawasan penyangga ibu kota, SMPN 35 Kota Bekasi telah didukung oleh sarana pendukung seperti laboratorium komputer dan koneksi internet yang memadai. Namun, analisis kebutuhan awal menunjukkan bahwa ketersediaan infrastruktur belum sejalan dengan tingkat kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan secara optimal.

Di sisi lain, para siswa yang dihadapi merupakan Generasi Alpha (lahir setelah tahun 2010) yang memiliki tingkat fasih digital (digital fluency) tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kendati demikian, kemampuan digital siswa tersebut belum terarah untuk kepentingan akademik.

"Hambatan utama di lapangan jarang sekali berpusat pada ketersediaan perangkat keras, melainkan pada terbatasnya kompetensi pedagogis digital guru. Integrasi AI yang sukses sangat bergantung pada kesiapan guru dalam merancang kurikulum personal, memfasilitasi interaksi, serta mengevaluasi pembelajaran berbasis AI secara bijak," ujar Syarifah, perwakilan tim akademisi UIA.

Pendekatan Kolaboratif dan Ekosistem AI Terpadu

Melalui pendekatan Participatory Technological Development (PTD), program ini tidak menggunakan metode pelatihan satu arah yang cenderung pasif. Sebaliknya, para guru dilibatkan secara aktif mulai dari tahap pemetaan kebutuhan, perancangan modul, simulasi mandiri, hingga evaluasi berbasis refleksi.

Untuk menghindari fragmentasi keterampilan teknis, tim pengabdian mendesain alur kerja terpadu (coherent workflow) yang menggabungkan empat aplikasi AI utama:


	Teachy.ai: Digunakan untuk menyusun modul ajar dan mengorganisasi alur aktivitas pembelajaran.
	ChatGPT Plus: Dimanfaatkan untuk mengembangkan konten materi, diferensiasi tugas sesuai tingkat kemampuan siswa, serta perancangan draf asesmen.
	Canva Pro AI: Mempermudah perancangan media pembelajaran visual yang adaptif dan interaktif.
	Wordwall Pro: Mengubah evaluasi konvensional menjadi asesmen formatif berbasis gim (gamification) yang memberikan umpan balik langsung kepada siswa.


Pemanfaatan ke-4 aplikasi di atas di Koordinasikan dengan pihak manajemen Sekolah SMPN 35 Kota Bekasi terlebih dahulu tentunya, karena kesuksesan pelaksanaan Program PKM sangat bergantung juga pada dukungan Mitra PKM yaitu SMPN 35 Kota Bekasi. Kemudian Tim PKM meminta persetujuan kepada 30 Guru sebagai peserta pelatihan akan keikutsertaannya dalam kegiatan Pelatihan selama 5 hari. Antusiasme terlihat begitu jelas pada wajah-wajah guru sebagai pendidik Gen Alfa saat pelatihan di lakukan. Apalagi Ketika hibah alat dan Teknologi diberikan berbentuk Aplikasi Teachy.ai, Chatgpt, Canva Pro.Ai, Wordwall Pro. Mereka para Guru menjadi lebih Melek IT dan memudahkan mereka tentunya dalam menyiapkan  dan pelakasaan dan asesmen pembelajaran.


	
		
			
			
			
			
			
			
		
		
			
			Gambar: Tiem PKM dan Nara Sumber Mengisi kegiatan Pelatihan
			
		
	


Pembahasan Mendalam: Dampak Pedagogis dan Efisiensi Kerja

Implementasi ekosistem AI terpadu yaitu Aplikasi Teachy.ai, Chatgpt, Canva Pro.Ai, Wordwall Pro ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan kualitas pembelajaran. Salah satu capaian yang paling menonjol adalah terciptanya efisiensi waktu penyiapan bahan ajar. Dari yang semula membutuhkan waktu rata-rata 14 jam per unit pembelajaran, para guru kini mampu menyelesaikannya dalam waktu sekitar 45 menit. Efisiensi ini berdampak langsung pada penurunan beban tugas administratif rutin hingga 65 persen.

Berkurangnya beban administratif memungkinkan guru mengalihkan fokus dan energi mereka untuk memberikan perhatian individual kepada siswa, mendampingi peserta didik yang membutuhkan intervensi khusus, serta meningkatkan kualitas interaksi manusiawi di dalam kelas.

Berdasarkan analisis evaluasi yang mengacu pada Competency Framework for Teachers dari UNESCO, kompetensi pedagogis digital guru mengalami peningkatan drastis. Rerata skor kompetensi meningkat dari kategori sedang (53,25%) sebelum program, menjadi kategori tinggi (71%) setelah intervensi.

Secara terperinci, peningkatan kompetensi ini mencakup enam dimensi utama:


	
		
			
			Dimensi Kompetensi
			
			
			Deskripsi Peningkatan

			 
			
		
	
	
		
			
			Literasi Digital Pedagogis
			
			
			Peningkatan pemahaman guru terhadap karakteristik pembelajar digital Generasi Alpha.
			
		
		
			
			Perencanaan Pembelajaran Berbasis AI
			
			
			Keterampilan merekayasa perintah (prompt engineering) untuk menghasilkan draf RPP yang terstruktur.
			
		
		
			
			Personalisasi Pembelajaran
			
			
			Kemampuan menyusun materi berdiferensiasi yang disesuaikan dengan beragam gaya belajar siswa.
			
		
		
			
			Pengembangan Media Digital
			
			
			Kemahiran memproduksi visual pembelajaran secara cepat dan menarik.
			
		
		
			
			Implementasi dan Asesmen Digital
			
			
			Penguasaan penyusunan kuis interaktif berbasis gim.
			
		
		
			
			Etika AI & Pengembangan Profesional
			
			
			Kesadaran akan perlindungan data pribadi, validasi akurasi informasi AI, serta integritas akademik.
			
		
	


Hasil wawancara dengan Bapak Fajri selaku wakil kurikulum SMPN 35 Kota Bekasi bahwa ‘Penilaian kinerja praktis menunjukkan bahwa 93,3 persen peserta (28 dari 30 guru) telah mampu secara mandiri menyusun perangkat pembelajaran dan instrumen evaluasi berbasis AI yang memenuhi standar kualitas pedagogis’.

Khasanah yang juga dosen di Prodi S2 Teknologi Pendidikan mengungkapkan bahwa hasil monitoring Tim PKM pada tanggal 21 Juli 2026 menunjukkan bahwa Para Guru telah mampu menerapkan Teknologi Digital berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dalam Pembelajaran. Pengamatan di lakukan pada 5 Guru yang telah menyiapkan modul dan materi pembelajaran sesuai dengan yang telah di latih oleh Tiem PKM. 

 



	
		
			
			
			
			
			
			
		
		
			
			Gambar: Monitoring Pemanfaatan AI oleh Tim PKM ke Kelas-Kelas
			
		
	



 



Gambar: Foto Bersama Tim PKM dengan Nara Sumber, Kepala Sekolah dan Guru SMPN 35

Implikasi Jangka Panjang dan Pembentukan Komunitas Belajar


	
		
			
			
			
			
			
			
		
		
			
			 

			Gambar:  Louncing Komunitas Guru Pecinta Desain Grafis dan Penandatangan Kontrak Kerjasama
			
		
	


Keberhasilan program Smart-Early Steps tidak berhenti pada tahap pelatihan. Guna menjamin keberlanjutan integrasi AI di lingkungan sekolah, SMPN 35 Kota Bekasi meresmikan pembentukan Komunitas Belajar (Professional Learning Community).

Dalam wadah ini, 30 guru yang telah mendapatkan pendampingan difungsikan sebagai mentor sebaya (peer mentors). Mereka bertugas membagikan pengalaman, memfasilitasi diskusi rutin, serta mendampingi rekan-rekan guru lainnya yang belum mengikuti program awal.

Selain itu, pihak sekolah secara melembaga telah mengintegrasikan praktik pembelajaran berbasis AI ke dalam panduan operasional internal sekolah. Langkah institusional ini memastikan bahwa pemanfaatan AI tidak lagi menjadi inisiatif individu yang bersifat sementara, melainkan bagian dari budaya mutu dan kebijakan transformasi digital sekolah secara berkelanjutan.***
</description>
					                </item><item>
						                <title>Dongeng Kak Adhip Bikin Anak Yatim MT Daarul Ittihad Menangis Tersedu</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/dongeng-kak-adhip-bikin-anak-yatim-mt-daarul-ittihad-menangis-tersedu</link>
						                <description>"Dodo tidak segera masuk sorga, ia justru duduk menunggu di depan pintu karena belum melihat kedua orang tuanya berada di dalam. Kerinduan kepada ayah dan ibunya membuat Dodo enggan menikmati seluruh kenikmatan surga seorang diri."

Bekasi, edukasinews.com- Gelak tawa, haru, dan isak tangis mewarnai kegiatan Muharam Ceria 1448 H yang diselenggarakan Majelis Taklim Daarul Ittihad, Komplek Perumahan Jatisari Permai, Kota Bekasi, Ahad (26/7/2026). Meski kalender Hijriah telah memasuki bulan Safar, semangat berbagi kepada anak-anak yatim tetap terasa hangat melalui santunan kepada 61 anak yatim dan penampilan dongeng inspiratif dari pendongeng sekaligus motivator nasional, Kak Adhip.

Di hadapan sekitar seratus jamaah dan tamu undangan, Kak Adhip membawakan kisah menyentuh tentang seorang anak saleh bernama Dodo yang sangat merindukan ayahnya. Cerita sederhana itu berhasil menggugah hati para hadirin, terutama anak-anak yatim yang memenuhi ruangan.

Dalam dongengnya, Dodo digambarkan sebagai anak yang selalu menjalankan segala perintah Allah SWT. Bukan karena mengharapkan harta atau kedudukan, melainkan karena memiliki satu cita-cita besar, yakni dapat bertemu kembali dengan ayahnya di surga.

Kak Adhip kemudian mengajak anak-anak membayangkan suasana Hari Kiamat, ketika seluruh manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar untuk menerima catatan amal masing-masing.

Karena semasa hidupnya rajin beribadah dan berbuat baik, Dodo memperoleh begitu banyak catatan amal saleh. Dengan izin Allah, ia mampu melewati Jembatan Siratal Mustaqim yang digambarkan sangat tipis, bahkan diibaratkan lebih halus daripada sehelai rambut yang dibelah tujuh.

Setelah berhasil melewati jembatan tersebut, Dodo memasuki surga. Ia menyaksikan taman-taman indah, sungai-sungai yang mengalir, serta sebuah istana megah yang telah disediakan untuknya. Namun, Dodo tidak segera memasuki istana itu.

Ia justru duduk menunggu di depan pintu surga karena belum melihat kedua orang tuanya berada di dalam. Kerinduan kepada ayah dan ibunya membuat Dodo enggan menikmati seluruh kenikmatan surga seorang diri.

Melalui doa dan permohonan anak yang saleh itu, Allah SWT akhirnya mempertemukan kembali Dodo dengan kedua orang tuanya. Mereka pun dipersilakan masuk surga bersama-sama. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa kesalehan seorang anak tidak hanya menjadi bekal bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat menjadi jalan kebahagiaan bagi kedua orang tuanya.

Dongeng penuh makna itu mendapat sambutan hangat dari para peserta. Banyak anak tampak larut dalam cerita, sementara sejumlah orang tua dan jamaah terlihat meneteskan air mata ketika Kak Adhip menyampaikan pesan tentang bakti kepada orang tua, kasih sayang keluarga, serta pentingnya menjadi anak yang saleh.

Usai sesi dongeng, Lurah Jatisari Muhidin Assegaf ikut menyerahkan santunan secara simbolis kepada anak-anak yatim. Masing-masing anak menerima uang tunai sebesar Rp500.000, serta paket berisi mukena bagi anak perempuan, sarung bagi anak laki-laki, Al-Qur&#39;an, makanan ringan, dan sembako.

Ketua Panitia Sri Supartini, didampingi Sekretaris Ary Mugiasih, menjelaskan bahwa kegiatan Muharam Ceria tahun ini berhasil menghimpun dana lebih dari Rp68 juta. Dana tersebut berasal dari donasi warga Perumahan Jatisari Permai, khususnya RW 15, para dermawan, serta bantuan paket dari Wali Kota Bekasi.

"Alhamdulillah, berkat kebersamaan warga dan para donatur, kegiatan santunan untuk anak-anak yatim dapat kembali terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan," ujar Sri Supartini dan Ary Mugiasih.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur&#39;an, kemudian dilanjutkan sambutan dari Ketua DKM Daarul Ittihad yang diwakili Ustaz Ahmad Musodiq, Ketua RW 15 Zainudin, M.Pd., serta Lurah Jatisari Muhidin Assegaf.

Dalam sambutannya, Muhidin Assegaf menyampaikan apresiasi atas kepedulian Majelis Taklim Daarul Ittihad yang secara konsisten menyelenggarakan santunan bagi anak-anak yatim.

"Orang kaya di Indonesia banyak. Orang pintar di Indonesia banyak. Orang hebat di Indonesia banyak. Yang kurang adalah orang-orang yang peduli kepada sesama, terutama peduli kepada anak yatim," ujarnya.

Menurut Muhidin, kepedulian yang ditunjukkan warga Jatisari Permai merupakan contoh nyata bahwa kebersamaan dan gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Indonesia. Ia berharap kegiatan serupa terus berlanjut dan menginspirasi lingkungan lainnya.

Selain santunan, panitia juga membagikan ratusan doorprize kepada jamaah dan tamu undangan. Melalui Muharam Ceria 1448 H, Majelis Taklim Daarul Ittihad tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim melalui bantuan materi, tetapi juga menanamkan nilai keimanan dan bakti kepada orang tua melalui kisah inspiratif Dodo yang dibawakan Kak Adhip. Pesan itulah yang menjadi ruh utama kegiatan: bahwa anak saleh adalah investasi terbaik bagi keluarga, bahkan hingga kehidupan di akhirat.***(edu/aboe)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Diskusi SAJID: Menkop Ajak Gen-Z Dirikan Koperasi </title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/diskusi-sajid-menkop-ajak-genz-dirikan-koperasi-</link>
						                <description> Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak kalangan Generasi Z, Generasi Alfa, konten kreator, animator, hingga wartawan membentuk koperasi sebagai wadah memperoleh akses permodalan sekaligus mengembangkan usaha kreatif di era digital.

edukasinews.com- "Koperasi bukan hanya di bidang konsumsi, distribusi, produksi dan simpan pinjam, tetapi juga menyasar kaum milenial yang bergerak di bidang kreatif, seperti animator, konten kreator dan juga jurnalis.Kami siap menyediakan permodalan," ujar Ferry dalam SAJID Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Acara yang dipandu Ketua Umum SAJID Bachtiar Nasir itu dihadiri para jurnalis dari berbagai media. Dalam kesempatan tersebut, Ferry menegaskan pemerintah tengah melakukan transformasi besar terhadap gerakan koperasi agar mampu menjawab kebutuhan generasi muda dan perkembangan ekonomi kreatif berbasis digital.

Menurut Ferry, koperasi tidak lagi diposisikan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi menjadi badan usaha modern yang mampu menghimpun kekuatan ekonomi masyarakat di berbagai sektor, termasuk industri kreatif yang kini banyak digeluti anak muda.

Ia mengatakan koperasi memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjuangan bangsa. Gagasan koperasi pertama kali diperkenalkan HOS Tjokroaminoto, kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Mohammad Hatta setelah mempelajari praktik koperasi di Eropa.

Nilai gotong royong, persamaan, dan kekeluargaan yang menjadi dasar koperasi, lanjut Ferry, sejalan dengan ajaran Islam sekaligus karakter masyarakat Indonesia. Karena itu, koperasi kemudian ditetapkan sebagai sokoguru perekonomian nasional sebagaimana diamanatkan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Ferry menjelaskan, pada masa Dewan Perancang Nasional (Depernas), koperasi menjadi bagian penting dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana melalui konsep Democratic Rural Development atau pembangunan desa yang demokratis.

Menurutnya, hingga dekade 1980-an koperasi berkembang pesat di berbagai sektor strategis. Koperasi mengelola usaha peternakan, pertanian, perkebunan, distribusi hasil panen melalui Koperasi Unit Desa (KUD), memiliki pabrik tekstil melalui Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI), bahkan mendirikan Bank Umum Koperasi Indonesia (Bukopin).

Namun, peran koperasi mulai melemah setelah krisis ekonomi pada akhir 1990-an. Ferry menilai kebijakan yang lahir dari Letter of Intent (LoI) bersama International Monetary Fund (IMF) membuat peran negara dalam mengatur perekonomian semakin berkurang sehingga mekanisme pasar lebih dominan.

"Kondisi itu membuat pelaku ekonomi besar semakin kuat, sementara koperasi dan pelaku usaha kecil semakin tertinggal," ujarnya.

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto meminta Kementerian Koperasi mempercepat kebangkitan koperasi agar mampu mengejar ketertinggalannya dari badan usaha milik negara (BUMN) maupun swasta.

Pemerintah juga melakukan rebranding agar koperasi tidak lagi dipersepsikan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, melainkan badan usaha modern yang bergerak di sektor produksi, industri, distribusi, jasa, keuangan, hingga ekonomi kreatif.

Sebagai langkah konkret, pemerintah membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui Instruksi Presiden Nomor 9 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

Ferry menyebutkan hampir seluruh desa dan kelurahan kini telah memiliki badan hukum Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Pembangunan gudang, gerai, dan fasilitas pendukung juga terus dipercepat.

"Sekarang sudah hampir 19 ribu yang selesai seratus persen. Pada Agustus ditargetkan sekitar 30 ribu unit selesai dibangun," katanya.

Pemerintah, lanjut Ferry, juga tengah memfinalisasi Peraturan Presiden sebagai dasar operasional KDMP. Presiden berencana menjadikan koperasi tersebut sebagai simpul utama penyaluran LPG 3 kilogram, pupuk bersubsidi, beras, minyak goreng, hingga berbagai bantuan sosial.

Menurut Ferry, kebijakan tersebut bertujuan memangkas rantai distribusi yang terlalu panjang sehingga harga menjadi lebih terjangkau dan pasokan lebih terjamin.

"Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih, negara memiliki infrastruktur sampai tingkat desa dan kelurahan sehingga distribusi barang subsidi bisa langsung kepada masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau dan pasokan yang lebih terjamin," ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan koperasi merupakan upaya pemerintah membangun sistem ekonomi yang lebih berkeadilan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi generasi muda, termasuk pelaku industri kreatif dan insan pers, melalui akses pembiayaan yang lebih mudah berbasis koperasi.

"Negara harus hadir dengan membangun infrastruktur distribusi sampai ke desa agar kebutuhan masyarakat dapat disalurkan secara lebih adil, efisien, dan tepat sasaran," pungkas Ferry. ***(edu/is)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Misbah Fikrianto Dilantik Jadi Ketum IPTPI Jakarta-Banten</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/misbah-fikrianto-dilantik-jadi-ketum-iptpi-jakartabanten</link>
						                <description>"Teknologi Pendidikan bukan hanya sebagai keilmuan, tetapi juga praktik implementasi yang bisa dikaitkan dengan multi disiplin, multi bidang, dan multi talenta"

JAKARTA, edukasinews.com- – Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) wilayah DKI Jakarta-Banten memulai babak baru. Dr. Misbah Fikrianto, M.M., M.Si., M.Pd. secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum IPTPI DKI Jakarta-Banten periode terbaru oleh Ketua Umum IPTPI Pusat, Prof. Dr. Mustaji, M.Pd.

Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat ini digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026, bertempat di Universitas Islam As-Syafi&#39;iyah (UIA) , Jl. Raya Jatiwaringin No.12, Jakarta Timur.

Dalam sambutan perdana usai dikukuhkan, Dr. Misbah Fikrianto menegaskan pentingnya sinergi  untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia mengajak seluruh elemen berkolaborasi memajukan  di Indonesia.

"Teknologi Pendidikan bukan hanya sebagai keilmuan, tetapi juga praktik implementasi yang bisa dikaitkan dengan multi disiplin, multi bidang, dan multi talenta. Dengan begitu, kita dapat melahirkan talenta-talenta yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing kompetitif," ujarnya.

Sebelumnya rektor UIA Prof.Dr. H. Masduki Ahmad SH., MM., dalam kapsitasnya sebagai tuan rumah menyatakan peran strategis IPTPI semakin diperlukan. IPTPI tidak boleh hanya menjadi perkumpulan para akademisi dan ahli teknologi pendidikan.

”IPTPI harus tampil sebagai rumah profesi, pusat pemikiran, penjaga mutu, penjaga etika, dan penggerak perubahan pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Seminar

Momentum pengukuhan ini tidak hanya menjadi agenda internal organisasi, melainkan juga wadah keilmuan dengan diselenggarakannya Seminar Nasional. Mengusung tema "Peran Teknologi dalam Peningkatan Mutu Pendidikan", acara ini sukses menjadi ruang diskusi interaktif bagi para akademisi, praktisi, guru, mahasiswa, serta pemerhati pendidikan untuk membedah strategi pemanfaatan teknologi di era transformasi digital.

Seminar ini menghadirkan keynote speaker nasional terkemuka untuk mengulas kebijakan, inovasi, dan implementasi teknologi pendidikan dari berbagai perspektif, yaitu, Prof. Dr. Mustaji, M.Pd. (Universitas Negeri Surabaya), Prof. Dr. Robinson Situmorang, M.Pd. (Universitas Negeri Jakarta).

Selain pemaparan dari para pembicara utama, sesi diskusi juga diperkaya oleh pandangan praktis dari para narasumber internal IPTPI DKI Jakarta-Banten yang pakar di bidangnya.

Mereka adalah Dr. Leonard, M.M., M.Pd. (Wakil Ketua), Dr. Anton Zulkarnain Sianipar, M.Pd. (Divisi Kerja Sama), serta Dr. Haryati, M.Pd. (Divisi Pengembangan SDM).

Jalannya seminar nasional yang dinamis ini dipandu oleh Elfita Rahmi, M.Pd. selaku moderator. Melalui kepengurusan yang baru dibentuk dan rangkaian seminar ini, IPTPI DKI Jakarta-Banten berkomitmen kuat untuk terus memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi pendidikan demi menghadapi tantangan global.***(edu/aboe) 

 

Berikut Susunan Pengurus IPTPI Jakarta Banten Periode 2026-2031

Ketum                          : Dr. Misbah Fikrianto MM., M.Si., M.Pd.

Wakul Ketua                : Dr. Leonard M.Pd.

Sekretaris                     : Dr. Minhatul  Ma&#39;arif M.Pd.

Wakil Sekretaris        : Dr. Irma Murti Kusuma Anggara M.Pd.

Bendahara                    : Elfita Rahmi M.Pd.

Wk. Bendahara          : Dr. Siti Fatimah M.Pd.

 
</description>
					                </item><item>
						                <title>UIA Perkuat Perlindungan Mahasiswa</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/uia-perkuat-perlindungan-mahasiswa</link>
						                <description>Purek III UIA Bidang Kemahasiswaan Dr. Misbah Fikrianto MM., M.Si., M.Pd.,  mengambil sumpah tim Satgas PPKPT sebagai bentuk komitmen bersama mencegah bulying dan kekerasan di kampus

JAKARTA , edukasinews.com-  Universitas Islam As-Syafi&#39;iyah (UIA) memperkuat komitmennya menciptakan kampus yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui pembentukan Tim Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UIA. Pengukuhan dan pengambilan sumpah anggota tim tersebut  menjadi salah satu agenda  Seminar Nasional "The Art of Healing: Mengubah Rahasia di Balik Diam Menjadi Solusi Konseling dan Penguatan Karakter Nyata" yang digelar secara hybrid di Teater Kampus 2 UIA, Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Pakta Integritas Satgas PPKPT dibacakan oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIA, Dr. Misbah Fikrianto, MM., M.Si., M.Pd., dan diikutioleh seluruh anggota, sebagai bentuk komitmen institusi dalam memperkuat upaya pencegahan, pendampingan, serta penanganan kasus kekerasan di lingkungan perguruan tinggi.

Pembentukan pakta integritas tersebut menjadi tonggak penting bagi UIA dalam membangun sistem perlindungan mahasiswa yang lebih komprehensif. Melalui Satgas PPKPT, UIA menegaskan bahwa setiap laporan perundungan maupun kekerasan seksual akan ditangani secara profesional, berkeadilan, dan berpihak kepada korban.

Pada kesempatan yang sama, UIA juga memperluas kolaborasi akademik melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UIA dengan Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

MoU tersebut ditandatangani oleh Dekan FKIP UIA Dr. Moch. Fachry Yasin M.Pd. dan Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UPI Dr. Ipah Saripah, M.Pd. Kerja sama ini mencakup pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penguatan layanan konseling di perguruan tinggi.

Selain itu, UIA juga menjalin kerja sama strategis dengan Perum Pegadaian yang ditandatangani oleh Rektor UIA, Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM. dengan Irvam Ramdani (Perum Pegadaian). Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang sinergi dalam bidang pendidikan, literasi keuangan, pengembangan kompetensi mahasiswa, serta berbagai program pemberdayaan sivitas akademika.

Sebelumnya, saat membuka  seminar nasional tersebut, Rektor UIA Prof. Dr. Masduki Ahmad, SH., MM. menyampaikan pesan tegas kepada seluruh mahasiswa agar tidak pernah memilih diam ketika menjadi korban perundungan maupun kekerasan seksual.


"Mahasiswa tidak boleh diam jika mengalami perundungan. Mahasiswa juga harus berani melaporkan setiap kekerasan seksual yang pernah dialami. Jangan pernah memilih diam ketika menjadi korban," tegas Masduki Ahmad.


Menurutnya, budaya diam hanya akan memperpanjang penderitaan korban sekaligus memberi kesempatan kepada pelaku untuk mengulangi perbuatannya. Karena itu, keberadaan Satgas PPKPT harus menjadi ruang yang aman bagi mahasiswa untuk melapor dan memperoleh perlindungan.

Masduki Ahmad juga menegaskan bahwa UIA menjamin kebebasan mahasiswa menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab, termasuk melalui aksi demonstrasi yang sesuai dengan ketentuan hukum. Kebebasan tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari pendidikan demokrasi yang harus tumbuh di lingkungan kampus.

Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa tidak boleh bersikap apatis terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan penegakan hukum.


"Mahasiswa juga tidak boleh diam melihat tatanan hukum kenegaraan yang amburadul. Kampus harus melahirkan generasi yang kritis, berani menyampaikan kebenaran, namun tetap mengedepankan etika, dialog, dan solusi," ujarnya.


Seminar nasional tersebut merupakan kolaborasi antara Lembaga Counseling dan Disabilitas (LKD) UIA bersama Satgas PPKPT UIA. Kegiatan menghadirkan Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling UPI Dr. Ipah Saripah, M.Pd., Praktisi Pendidikan sekaligus Kepala SD Negeri Bintara Misnawati, M.Pd., serta Direktur LEMKITT UIA H. Muladi Mugheni, Lc., LL.M., Ph.D.

Selain menjadi forum akademik, UIA juga memberikan apresiasi kepada calon mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 berupa voucher potongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sebesar 50 persen bagi pendaftar program Sarjana (S1) dan Pascasarjana (S2) hingga 10 Agustus 2026 sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Melalui penguatan Satgas PPKPT, perluasan kerja sama dengan UPI dan Pegadaian, serta dorongan agar mahasiswa berani melaporkan setiap bentuk kekerasan, UIA menegaskan komitmennya membangun ekosistem pendidikan tinggi yang aman, humanis, dan berorientasi pada perlindungan hak-hak mahasiswa.***(edu/IS)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Kemendikdasmen Ajak Penulis Perkaya Buku Bermutu untuk Anak</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/kemendikdasmen-ajak-penulis-perkaya-buku-bermutu-untuk-anak</link>
						                <description>Indonesia masih kekurangan buku-buku bermutu yang sesuai dengan kebutuhan anak

JAKARTA, eduksinews.com- Staf Ahli Bidang Regulasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Prof. Dr. Biyanto, M.Ag., mengajak masyarakat, termasuk para penulis, untuk memperkaya ekosistem literasi anak melalui penyediaan buku-buku berkualitas dan konten positif.

Hal itu disampaikannya dalam Sajid Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Diskusi dipandu Ketua Umum SAJID Bachtiar Nasir dan dihadiri jurnalis Muslim dari berbagai media.

Prof. Biyanto mengakui Indonesia masih kekurangan buku-buku bermutu yang sesuai dengan kebutuhan anak. Karena itu, melalui Pusat Perbukuan, Kemendikdasmen membuka peluang bagi para penulis untuk mengajukan karya mereka agar dikurasi dan, apabila memenuhi kriteria, dibeli pemerintah.

"Kita kekurangan buku-buku yang bagus. Kalau ada teman-teman yang punya hobi menulis, bukunya bisa ditawarkan ke kami. Nanti ada tim kurasi yang menilai. Kalau sesuai kebutuhan kami dan sesuai minat anak-anak, buku itu bisa kami beli lewat Pusat Perbukuan," ujarnya.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperbanyak bahan bacaan yang mampu membangun imajinasi, karakter, dan kebiasaan positif pada anak.

Selain literasi membaca, Kemendikdasmen juga berupaya menghidupkan kembali lagu-lagu anak. Ia menyebut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu&#39;ti telah menciptakan sejumlah lagu anak, seperti Hari Baru dan Rukun Sama Teman. Lagu Hari Baru diaransemen oleh musikus Dwiki Dharmawan dan digunakan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Prof. Biyanto menilai lagu anak saat ini semakin minim sehingga anak-anak kehilangan alternatif hiburan yang sesuai dengan usia mereka.

Ia juga mengingatkan tantangan besar yang dihadapi generasi muda di era digital. Mengutip buku The Anxious Generation karya Jonathan Haidt, ia mengatakan anak-anak mengalami pergeseran dari play-based childhood menjadi phone-based childhood, yakni dari kebiasaan bermain di ruang nyata menuju kehidupan yang berpusat pada gawai.

Akibatnya, kata dia, aktivitas fisik anak berkurang sehingga memicu berbagai persoalan kesehatan, mulai dari obesitas hingga gangguan mata, pendengaran, dan gigi.

Karena itu, menurut Prof. Biyanto, solusi yang realistis bukan menjauhkan anak dari teknologi, melainkan menyediakan pilihan konten yang sehat dan edukatif.

"Menjauhkan mereka dari media tidak mungkin. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan pilihan, baik berupa bacaan yang baik maupun konten-konten yang membangun karakter mereka, sehingga mereka bertumbuh menjadi generasi emas, bukan generasi cemas," katanya.

Ia menambahkan pemerintah telah menghadirkan platform Rumah Pendidikan sebagai salah satu ruang digital yang menyediakan layanan pendidikan dan diharapkan menjadi alternatif bagi masyarakat dalam mengakses konten pembelajaran yang positif.***(edu/IS/sp)
</description>
					                </item><item>
						                <title>Wahdah Islamiyah Gelar Talkshow hingga Layanan Kesehatan Gratis!</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/wahdah-islamiyah-gelar-talkshow-hingga-layanan-kesehatan-gratis</link>
						                <description>Menghadirkan dakwah yang dekat dan peka terhadap kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi yang bisa dirasakan oleh semua kalangan.

MAKASSAR, edukasinews.com- — Wahdah Islamiyah akan menghadirkan berbagai program edukasi, layanan kesehatan, dan aktivitas keluarga dalam kegiatan "Salam Sehat Indonesia" yang dipusatkan di Masjid Al-Markaz Al-Islami, Makassar, pada Sabtu–Ahad, (18–19/7/26). 

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Semarak Muktamar V Wahdah Islamiyah ini dirancang sebagai upaya mengampanyekan pola hidup sehat secara menyeluruh kepada masyarakat.

Panitia Pelaksana, Ustaz Muhammad Istiqamah, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk ikhtiar Wahdah Islamiyah menghadirkan dakwah yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kesehatan tidak hanya dimaknai sebagai kondisi fisik, tetapi juga mencakup aspek mental, spiritual, sosial, dan ekonomi.

"Momentum Semarak Muktamar V ini menjadi penegasan bahwa sehat yang hakiki tidak hanya berbicara tentang urusan fisik semata, melainkan juga mencakup aspek mental, spiritual, ekonomi, hingga kesehatan dalam kehidupan sosial," ujar Ustaz Muhammad Istiqamah.

Ia menegaskan, melalui Salam Sehat Indonesia, Wahdah Islamiyah ingin menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

"Kami ingin menghadirkan dakwah yang dekat dan peka terhadap kebutuhan riil masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi yang bisa dirasakan oleh semua kalangan," jelasnya.

Rangkaian kegiatan akan diawali dengan Talkshow Akbar Salam Sehat Indonesia pada Sabtu malam mulai pukul 18.00 hingga 22.00 WITA. Selanjutnya, pada Ahad pagi, masyarakat akan mengikuti Fun Walk Family atau jalan sehat keluarga yang dirangkaikan dengan pembagian doorprize.

Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, bazar dan pasar murah, talkshow kesehatan, serta sejumlah perlombaan olahraga. Menurut panitia, seluruh rangkaian acara dirancang untuk mengintegrasikan edukasi, pelayanan sosial, dan rekreasi keluarga dalam satu kegiatan.

Acara ini dijadwalkan dibuka oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, serta menghadirkan sejumlah tokoh nasional, ulama, akademisi, dan pakar kesehatan. Di antaranya Ketua Umum DPP Wahdah Islamiyah KH. Muh. Zaitun Rasmin, Wakil Ketua DPD RI H. Tamsil Linrung, Dr. H. Das&#39;ad Latif, Ketua MUI Sulawesi Selatan Prof. KH. Najamuddin, Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Johannis, dan Dosen Fakultas Kedokteran Unhas Dr. Nur Surya Wirawan.

Seiring tingginya antusiasme masyarakat, panitia juga telah mempersiapkan berbagai langkah teknis untuk menjamin kelancaran pelaksanaan kegiatan.

"Kami telah menyiapkan sistem registrasi, rekayasa alur masuk dan keluar peserta, pembagian zonasi kegiatan, serta berkoordinasi dengan pengelola Masjid Al-Markaz, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan para relawan agar seluruh rangkaian acara berjalan aman dan nyaman," jelas Ustaz Muhammad Istiqamah.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal terbangunnya kolaborasi yang lebih luas antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, dan tenaga kesehatan dalam membudayakan pola hidup sehat di tengah masyarakat.

"Kami berharap Salam Sehat Indonesia menjadi pemantik kolaborasi jangka panjang untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, kuat, dan produktif," pungkasnya.

Yuk ajak keluarga dan sahabatmu untuk ramaikan kegiatan ini, raih ilmunya, jalin silaturahminya, jaga kesehatan Ta dan dapatkan doorprizenya.**(edu/Ism/sipers)
</description>
					                </item><item>
						                <title>SD Angkasa 12 Halim Perdanakusuma Gelar MPLS Ramah</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/sd-angkasa-12-halim-perdanakusuma-gelar-mpls-ramah</link>
						                <description>JAKARTA , edukasinews.com-– Semangat baru menyelimuti gerbang SD Angkasa 12 Halim Perdanakusuma yang berlokasi di Jl Gatot Kaca II Komplek Dirgantara II Halim Perdanakusumah Jakarta Timur . Hari ini Rabu,15 Juli 2026 sampai 10 hari,Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan tema yang mengusung nilai inklusivitas dan kenyamanan. Bertajuk "Menggapai Cita-Cita dalam Keberagaman Bersama Sekolah Angkasa yang Ramah, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan", kegiatan ini resmi di buka langsung oleh Kepala sekolah yang baru,Fahrul Ihwan,,S.Pd.

Kegiatan ini dirancang khusus untuk menyambut peserta didik baru dengan pendekatan yang humanis dan edukatif.

Kegiatan pembukaan MPLS berlangsung khidmat namun ceria, mencerminkan suasana sekolah yang ingin dibangun. Wintarti, S.Pd yang bertindak sebagai Master of Ceremony (MC), berhasil memandu jalannya acara dengan gaya komunikasi yang hangat dan energik. Pembawaan acaranya yang luwes mampu mencairkan ketegangan yang mungkin dirasakan oleh siswa-siswa baru, menciptakan atmosfer "ramah" sesuai dengan tema MPLS tahun ini.

Di buka dengan parade ekskul yang ada di SD Angkasa 12 yakni : Taekwondo, Drumband, Pramuka, Tari. 

Nuansa spiritualitas juga menjadi fondasi kuat dalam setiap rangkaian kegiatan. Anugrah Widhy, S.Fil.I, Gr., selaku Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), memimpin pembacaan doa dengan  harapan agar seluruh proses pengenalan lingkungan sekolah diberkahi dan berjalan lancar, serta menanamkan nilai ketakwaan sejak hari pertama siswa melangkah ke bangku sekolah.

Kepala Sekolah SD Angkasa 12, Fahrul Ihwan, dalam sambutannya menekankan bahwa MPLS bukan sekadar ajang perpeloncoan atau formalitas belaka, melainkan momen krusial untuk membangun rasa memiliki (sense of belonging) terhadap sekolah.

"MPLS Ramah di SD Angkasa 12 adalah wujud komitmen kami terhadap pendidikan karakter. Kami ingin siswa memahami bahwa keberagaman adalah kekuatan. Di sini, mereka tidak hanya belajar akademik, tetapi juga belajar bagaimana menjadi teman yang baik, menghargai perbedaan, dan merasa aman serta nyaman di lingkungan barunya," ujar Fahrul Ihwan. Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan orang tua sangat vital dalam masa transisi ini.

Peran guru kelas, khususnya di tingkat dasar, menjadi sorotan utama dalam kesuksesan adaptasi siswa baru.

Mirna selaku Guru Kelas 1, tampil sebagai figur pendamping yang sigap dan penuh kasih sayang. Kehadirannya di tengah-tengah siswa baru memberikan rasa aman psikologis bagi anak-anak yang baru pertama kali mengenal lingkungan sekolah formal. Dedikasi Mirna dan rekan-rekan guru lainnya menjadi bukti nyata implementasi konsep "Sekolah Ramah" yang diusung SD Angkasa 12.

Dengan kombinasi kepemimpinan yang visioner, bimbingan spiritual yang kuat, serta pendampingan guru yang penuh empati, SD Angkasa 12 optimis dapat mencetak generasi penerus yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter mulia dan toleran. Kegiatan MPLS ini diharapkan menjadi langkah awal yang manis bagi perjalanan akademis peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.***(edu/il/AW)
</description>
					                </item><item>
						                <title>UBN: Al-Quran Harus Diamalkan Sepanjang Hayat</title>
						                <link>https://edukasinews.com/berita/detail/ubn-alquran-harus-diamalkan-sepanjang-hayat</link>
						                <description>Wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari doa panjang para orang tua, guru, dan keluarga yang menginginkan lahirnya generasi Qurani berakhlak mulia.

JAKARTA,edukasinews.com — Sebanyak 73 santri dan santriwati Sekolah Hafizh Quran (SHQ) mengikuti Wisuda dan Haflah SHQ 1448 H yang digelar di Ballroom Nyi Ageng Serang, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Para wisudawan berasal dari SHQ Tebet Jakarta, SHQ Zamrud Bekasi, SHQ Galaxy Bekasi, SHQ Ciputat, SHQ Bintaro, dan SHQ Bandung. SHQ merupakan unit pendidikan Al-Qur&#39;an di bawah AQL Islamic Center.

Acara tersebut dihadiri Pendiri sekaligus Pembina SHQ Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), Syekh Dr. Muhammad Al-Dasuqi Amin Muhammad Kahila, pakar tafsir dan ilmu Al-Qur&#39;an dari Al-Azhar Mesir sekaligus Direktur Markaz Kahila li-Dirasati Qur&#39;aniyyah, para orang tua santri, serta tamu undangan.

Dalam sambutannya, UBN menegaskan perjalanan SHQ selama 11 tahun dibangun dengan visi menghadirkan pendidikan tahfiz Al-Qur&#39;an yang dapat diakses keluarga tanpa harus memondokkan anak sejak usia dini.

"Sejak saya memulai membuat SHQ, ada satu visi besar. Banyak orang tua yang ingin punya anak hafizh Al-Qur&#39;an, tetapi tidak ingin ke pesantren. Karena itu kami berusaha menghadirkan pendidikan Al-Qur&#39;an yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujar UBN.

Menurutnya, berbagai dinamika dan ujian yang pernah dihadapi lembaga justru menjadi bukti bahwa kekuatan utama SHQ bukan semata pada pengelolanya, melainkan pada keberkahan Al-Qur&#39;an itu sendiri.

"Al-Qur&#39;an yang bekerja. Hari ini anak-anak kita telah dididik oleh Allah melalui Al-Qur&#39;an. Al-Qur&#39;an-lah sesungguhnya yang bekerja, walaupun ada sedikit kontribusi kami dan para guru," katanya.

UBN menyebut wisuda bukan sekadar seremoni, melainkan buah dari doa panjang para orang tua, guru, dan keluarga yang menginginkan lahirnya generasi Qurani berakhlak mulia.

Sementara itu, Syekh Dr. Muhammad Al-Dasuqi Amin Muhammad Kahila mengingatkan bahwa tujuan utama menghafal Al-Qur&#39;an bukan hanya menjaga hafalan, tetapi juga mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Permasalahan utamanya bukanlah melupakan hafalan, tetapi melupakan untuk mengamalkan Al-Qur&#39;an. Hakikat Al-Qur&#39;an diturunkan adalah untuk dipahami lalu diamalkan," ujar ulama Al-Azhar tersebut.

Ia juga mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah SAW adalah perintah membaca (Iqra&#39;), yang menjadi dasar pentingnya menuntut ilmu dan terus berinteraksi dengan Al-Qur&#39;an sepanjang hayat.

Suasana haru mewarnai prosesi wisuda ketika sejumlah orang tua menyampaikan kesan dan pengalaman mereka mendampingi anak belajar di SHQ.

Wali santri asal Jakarta, Revi Sulistiorini, mengaku bersyukur kedua putrinya memperoleh pendidikan di SHQ. Putri sulungnya telah belajar selama 10 tahun sejak usia tiga tahun dan kini melanjutkan pendidikan di pesantren berasrama.

"SHQ bukan hanya mengajarkan hafalan Al-Qur&#39;an, tetapi mengajarkan anak-anak mengamalkan Al-Qur&#39;an dalam kehidupan sehari-hari. Itu yang saya lihat menjadi nilai lebih SHQ," ujarnya.

Menurut Revi, kebiasaan salat tepat waktu, kedisiplinan, serta adab yang ditanamkan kepada para santri menjadi pencapaian yang tidak kalah penting dibanding jumlah hafalan yang dimiliki.

Kesaksian serupa disampaikan Gufron Baehaki, ayahanda Haifa Fakhrani, santri SHQ Bandung penyandang Down syndrome. Ia mengaku sempat ragu ketika mendaftarkan putrinya hampir tujuh tahun lalu.

"Alhamdulillah, hari demi hari dan tahun demi tahun anak saya menjadi lebih santun, mandiri, dan mencintai Al-Qur&#39;an. Saya bangga bukan karena kehebatan saya sebagai orang tua, tetapi karena bimbingan para ustaz dan ustazah di SHQ," katanya.

Ia berharap seluruh wisudawan tidak berhenti menghafal setelah menyelesaikan pendidikan di SHQ.

"Keberhasilan hari ini hanyalah awal. Mahkota kemuliaan yang sesungguhnya adalah ketika anak-anak mampu menjaga dan mengamalkan Al-Qur&#39;an sepanjang hidupnya," ujar Gufron.

Wisuda dan Haflah SHQ 1448 H menjadi momentum apresiasi atas perjuangan para santri, guru, dan orang tua dalam membangun generasi penghafal Al-Qur&#39;an yang tidak hanya kuat hafalan, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur&#39;an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.***(edu/ism/sipers)
</description>
					                </item></channel>
  	</rss>